Header Ads Widget

Cara Trading Crypto Di Binance Futures Untuk Pemula

Cara Trading Crypto Di Binance Futures Untuk Pemula

Cara Trading Crypto di Binance Futures untuk Pemula - Pada postingan kali ini saya akan mencoba menjelaskan kepada kamu bagaimana cara trading Crypto di Binance Futures untuk pemula. Pada umumnya ketika kita melakukan trading, kita hanya akan mendapatkan keuntungan saat kita membeli aset crypto kemudian kita menjualnya di harga yang lebih tinggi, itulah yang dinamakan dengan Spot Market atau perdagangan secara real. 

Mungkin kamu sudah paham tentang mekanisme perdagangan semacam ini, karena ini semua sama saja dengan melakukan perdagangan di pasar saham pada umumnya. Namun selain spot market, Future Market ini juga dikenal dengan istilah pasar berjangka, dimana aset yang kita perdagangkan tersebut dalam bentuk berupa kontrak yang harganya telah disepakati antara pembeli dengan penjual sehingga transaksi di Futures Market ini tidak langsung mempengaruhi harga atau supply-demand yang ada di market secara real. 

Ciri-ciri perdagangan di Market Futures

Leverage  

Yang pertama adanya leverage, dalam bahasa Indoneisa leverage artinya daya ungkit, dimana modal yang kita miliki ini bisa diungkit kapasitasnya berkali-kali lipat sehingga kita bisa melakukan transaksi dalam jumlah yang lebih besar, Pada umumnya kita bisa menggunakan Leverage seperti 1:10, 1:50 bahkan bisa sampai 1:125 di Binance Futures. Misalkan kita mempunyai modal awal untuk trading di Market Futures adalah sebesar $1,000 atau setara dengan Rp.14,000,000.   

Kemudian kamu meleverage 1:100, itu artinya kamu bisa melakukan transaksi setara dengan modal 100 kali lipat dari $1,000, yaitu $100,000 atau setara dengan Rp.1,400,000,000. Tentu hal tersebut sungguh luar biasa, karena itu artinya kita bisa mendapatkan keuntungan jauh lebih besar karena modal diungkit menjadi lebih besar. 

Tapi tunggu dulu, kamu wajib paham, bahwa Leverage ini seperti pisau bermata dua, yang mana kitapun bisa mendapatkan kerugian yang sama besarnya dengan modal $100,000 tadi. Dan kondisi inilah yang masih banyak belum dipahami oleh para trader pemula, sehingga banyak sekali yang terkena Margin Call oleh Broker sehingga berakibat seluruh modal kita bisa lenyap. Memang trading di Futures Market ini bersifat High Risk Hight Return dibanding Spot Market. Untuk trading crypto sendiri sudah cukup High Risk High Return apalagi di Futures Market. Jadi inilah pentingnya bagi kita untuk bisa mengelolah resiko tersebut dengan baik. 

Short Selling

Secara sederhana, short selling adalah transaksi penjualan saham dimana investor tidak memiliki saham untuk melakukan transaksi tersebut. Nah, kitapun bisa mempraktekanya dalam trading crypto.  Bagaimana kita bisa melakukan short selling, agar bisa mendapatkan cuan saat market sedang turun?. Saat melakukan trading di Futures Market ini, kita harus tahu bahwa trading tersebut berbsifat dua arah, bisa Long Buy maupun Sell short. 

Penjelasan sederhananya adalah, kita diizinkan untuk melakukan Sell terlebih dahulu oleh Broker, kemudian baru membeli asetnya di harga yang lebih rendah. Selisih dari pembelian tersebut itulah yang menjadi keuntungan yang kita peroleh. Jadi, ketika kamu melakukan analisis sebuah aset crypto dan menurut prediksi kamu marketnya akan turun, maka kamu bisa mengambil keuntungan kamu tersebut dengan cara melakukan Sell Short di Market Futures. Kira-kira seperti itulah penjelasan mengenai Futures Markets. 

Melakukan Trading di Binance Futures

Okay, saya masuk ke pembahasan inti dari artikel ini, yaitu bagaimana Melakukan Trading di Binance Futures bagi pemula?. Dari sebuah hasil survey kebanyakan trader crypto pemula melakukan trading dengan menggunakan Smartphone. Jadi kali ini saya juga akan membahas trading di Binance Futures dengan menggunakan Smartphone. Silahkan kamu ikuti langkah - langkah berikut ini. 

#1. Download Aplikasi Binance. Pertama yang harus kamu lakukan tetunya adalah dengan cara download terlebih dahulu aplikasi Binance di Smartphone kamu, kamu bisa mendapatkan aplikasi Binance di PlayStore maupun App Store, silahkan ketikan kuncinya “Binance” maka kamu akan menemukan aplikasi tersebut, dan kemudian jika sudah muncul silahkan downoad dan kamu install di Smartphone kamu. 

Binance App


#2. Install Aplikasi. Step berikutnya Ssetelah selesai kamu download dan berhasil menginstallnya ke Smartphone kamu, tahap kedua ini, kamu bisa langsung log in, untuk menu login kamu bisa lihat di sebelah kiri atas aplikasi Binance, selanjutnya silahkan tekan, untuk mendaftar terlebih dahulu atau registrasi bagi yang belum mempunyai akun. 

Proses pendaftaran ini sangat mudah sekali, kamu cukup hanya dengan masukan email dan password, kemudian kamu masukan kode Referal dari orang yang memberikan kamu referensi, kode referal ini harus kamu masukan agar kamu bisa mendapatkan bonus cashback 10%, jika kamu tidak memasukanya maka kamu tidak akan mendapatkan bonus cashback tersebut.

Setelah kamu selesai melakukan registrasi, kamu bisa langsung login, nanti setelah kamu login, kamu akan mendapatkan security verification dan silahkan kamu mencocokanya, dan Jika kamu sudah connect dengan nomor HP kamu yang didaftarkan, maka kamu akan diminta untuk memverifikasinya. Selanjutnya kamu tinggal send code saja, dan tunggu beberapa saat kemudian kamu ada mendapatkan SMS masuk, lalu kamu masukan nomor verifikasi tersebut, kemudian tekan Submit. 

#3. Verifikasi, Melakukan Verifikasi, setelah kamu login dan berhasil masuk ke halaman homepage di Binance Futures, kamu bisa melihat di bagian paling kiri atas, ada icon atau gambar orang, kamu bisa pilih untuk verifikasi jika belum verifikasi, namun jika kamu sudah melakukan verifikasi silahkan kamu skip saja untuk step ini. 

Verifikasi ini perlu dilakukan agar kamu bisa mendapatkan privilege lebih untuk bisa menaikan withdrawal limitnya sampai 100 Bitcoin atau kurang lebih senilai 80 miliar untuk 1 bitcoin yang seharga Rp.800,000,000, namun jika kita tradingnya masih dibawah ratusan juta, juga tidak masalah, namun akan lebih baik lagi jika kita melakukan verifikasi. 

#4. Setor Deposit, Pada menu sebelah kanan paling bawah terdapat Wallet atau dompet kripto, kalau kamu belum melakukan deposit maka kamu bisa melakukan deposit terlebih dahulu, disini. Terdapat 2 cara untuk bisa melakukan deposit kedalam wallet binance. Yang pertama, yaitu dengan melalui transaki Peer-To-Peer, dan yang kedua adalah, melalui wallet dari exchange yang lain. Kamu bisa transfer ke wallet di Binance ini. 

Deposite Binance

Berikut ini saya tunjukan kepada kamu bagaimana caranya melakukan deposit dengan menggunakan 2 cara tersebut diatas. 

Deposit Dengan P2P

Untuk setor deposit dengan cara P2P, terlebih dahulu kamu harus tahu kenapa perlu menggunakan cara tersebut, hal ini dikarenakan sistem di Binance belum bisa secara langsung melakukan bank transfer, sehingga kita harus membeli USDT terlebih dahulu melalui peer-to-peer atau melalui jasa orang lain.   

Deposit Menggunakan P2P

Pada menu paling atas terdapat beberbapa pilihan untuk deposit, disini kamu bisa pilih P2P, kemudian kamu tekan Buy. Kemudian pastikan pilihan mata uangnya adalah dengan IDR, karena kita akan mentransfer menggunakan mata uang rupiah. Nah disini kamu akan menemukan ada beberapa orang yang menjual USDT untuk ditukarkan dengan mata uang Indonesia Rupiah dan kamu bisa melakukannya melalui transfer bank. 

Selanjutnya jika kamu lihat paling atas, biasanya kursnya paling murah, namun disini juga kamu harus melihat bahwa kuantitas yang dijualnya hanya 299 USDT, ini adalah limitnya, artinya transaksi minimal kamu adalah Rp.500,000. Okay, anggap saja kamu mau mencoba untuk deposit 100 USDT. Silahkan langsung buy, kemudian 100 USDT atau misal, kita mau transaksinya sebesar Rp.2,000,000, maka kamu tinggal ketik saja nominal Rp. 2,000,000, nanti akan otomatis dikalkuasi berapa USDT yang akan diterima dan kamu harus mentransfer sebesar Rp. 2,000,000, tersebut.

Transfer dari Wallet Exchange

Mengisi Deposit Wallet dengan cara melakukan transfer USDT kamu dari wallet exchange yang lain di Binance, jadi disini kamu tinggak klik deposit, kemudian tekan USDT, nantinya kamu akan diberikan pilihan metode transfer. Ada beberapa metode transfer yang tersedia yaitu, ERC, BEP2, BEP20(BSC), dan TRC20, namun biasanya yang paling murah adalah BEP20 (BSC), setelah kamu memilih metode transfer, silahkan kamu coppy alamat addressnya. 

transfer deposit binance

Selanjutnya kamu bisa buka aplikasi di Exchange lain seperti misalnya Tokocrypto untuk transaksi spot trading. Setelah aplikasi Tokocrypto terbuka, kamu bisa ke wallet yang berada di posisi sebelah kanan bawah. Disini kamu bisa tekan withdraw, dan kamu juga bisa ketikan USDT, nah selanjutnya kamu pilih BEP20 dari BSC, kamudian kamu paste hasil copyan addres tadi, lalu masukan jumlahnya. Untuk menggunakan metode ini kamu akan dikenakan fee sebesar 0.8 USDT, cukup murah.

Selanjutnya, kembali kamu harus melakukan verifikasi, setelah kamu selesai melakukan transaksi dan verifikasi kamu tinggal tunggu untuk USDTnya di transfer ke wallet dari Binance. Di sini yang perlu kamu ingat dan perlu diperhatikan adalah jangan sampai salah memasukan address, karena kalau terjadi kesalahan dalam memasukan address maka USDT kamu akan hilang.

Oke, sekarang kita kembali ke aplikasi Binance untuk melakukan pengecekan, di sini kamu bisa menuju ke sebelah kanan atas, di sini terdapat icon, kamu bisa klik. Jika kamu sudah melakukan deposit maka kamu bisa lihat total value-nya sudah bertambah dan USDTnya akan masuk ke Spot Wallet. Dan sekarang kalau kamu mau masuk ke perdagangan futures, maka kamu harus mentransfer USDT tadi dari Spot ke Futures.

Transfer Spot to Futures

Kamu bisa pilih spot, klik, kemudian kamu tekan transfer, lalu disini kamu ganti ke USDM Futures. Kemudian kamu tinggal masukan jumlahnya, misalkan, kamu masukan 100 untukk transfer semuanya, maka langsung confirm transfer. Silahkan kamu lihat balance-nya, cek di overview, maka semuanya sudah berpindah ke USDM Futures dan sekarang kita bisa langsung melakukan transaksi menggunakan modal yang sudah kita transfer dari Spot ke Futures.

Melakukan Trading di Binance Futures 

Pada menu bagian bawah sebelah Wallets ini ada Futures, disini kamu bisa tinggal tekan saja. Kemudian disebelah atas ini ada ETHUSDT kamu bisa tekan dan bisa ganti. Misalkan kamu ingin melihat koin dari BNB, maka disini ada BNBUSDT silahkan, kamu tinggal tekan. Selanjutnya kamu bisa langsung melakukan transaksi seperti biasanya. 

Melakukan trading di Binance

Contoh, berikut saya ada posisi 2, yang sedang melakukan Sell-Short di YFIUSDT dan ETHUSDT dan saat ini sedang running profit. Nah mungkin kamu bertanya kenapa kita harus melakukan Sell-Short untuk mendapatkan keuntungan ketika marketnya lagi turun, disini saya infokan bahwa kita trading menggunakan Futures Market. Dan di sini saya akan coba untuk melakukan sell. 

Contoh selanjutnya, misalkan di sini kita ingin melakukan Sell-Short BNB, kemudian di sini ada beberapa pilihan, yang pertama kita bisa melakukan sell limit, artinya kita bisa menawar di harga yang lebih tinggi, misalkan harga sekarang di 100 USD dan Kita mau sellnya di harga 110. Jadi kita melakukan order limit. 

Praktek Trading Binance

Kemudian kalau kamu mau melakukan Sell-Short di harga saat ini atau di harga last price-nya, kamu bisa ganti ke market, selanjutnya kamu tinggal masukkan aja jumlahnya berapa BNB. Kita coba melakukan Sell-Short dengan amountnya 0.5 BNB, kemudian kita lakukan Sell-Short. Setelah itu maka di sini akan langsung bertambah satu lagi posisi, yaitu BNBUSDT. Nah kemudian untuk option yang terakhir yang biasanya digunakan, yaitu stop market ketika kita ingin melakukan entry saat harganya menembus level support atau resistence. Kita tunggu harganya turun ke bawah maka otomatis orderan kita akan masuk di harga yang sudah kita tentukan. 

Misalkan kita coba harga last-nya disini sekitar 573, dan kita akan melakukan sell ketika harganya menuju ke 560. Jadi kita nanti bisa stop market di harga 560, kemudian kita nantinya tinggal masukan saja BNBnya berapa dan kita langsung tekan Sell-Short. Nah.., disini kita bisa mengatur TP dan SLnya, misalkan disini kita mau langsung atur TP dan SLnya maka kita tinggal klik ikon TP/SL diatas tombol Adjust Leverage.

Selanjutnya kita tinggal masukan saja stop loss-nya, misalkan entrinya di 574, kita stop loss di 600, ini sekedar contoh saja. Dan kemudian take profitnya misalkan di 520, maka kita tinggal confirm saja dan langsung diset TP dan SLnya diangka yang sudah kita tentukan. Nah..!!, cukup mudah bukan?. Ada satu tips lagi buat kamu yang ingin tahu tentang Leverage. Berapa umumnya leverage yang biasa di gunakan? 30x, 20x atau maksimal 75x. Dan dampaknya seperti apa?. 

Untuk menentukan leverage sendiri apakah harus memilih Cross atau Isolated. Umumnya dalam memilih leverage cukup menggunakan Cross secara maksimal, karena sebenarnya tidak memiliki pengaruh yang signifikan asalkan disini kamu menggunakan Calculator Trading, namun bagi trader pemula hal ini sering diabaikan, mereka mengabaikan fitur Binance yaitu Calculator Trading. Bagaimana cara menggunakan fitur Calculator Trading? Kamu bisa melihat di sebelah kanan atas, di sini ada titik tiga, kamu bisa klik kemudian nanti di sini ada Calculator.

Kalkulator Trading

Calculator Trading ini sangat membantu kamu pada saat ingin memutuskan jual atau beli, karena hal tersebut harus dilakukan kalkulasi terlebih dahulu sebelum kamu melakukan entry posisi baik itu Long Buy atau Sell Short. Karena dengan inilah nantinya akan mengkalkulasi kamu berapa sih size yang harus kamu masukkan sesuai dengan money management kamu. Untuk pembahasan Calculator Trading ini sepertinya harus dibuatkan pembahasan khusus, jadi mungkin kedepan saya akan membahasnya dengan postingan khusus.

Okay, kembali ke contoh praktek Trading diatas. setelah kamu melakukan setting transaksi Trading di aplikasi terdapat icon close, disitu kamu bisa langsung close dan Confirm.  Semudah itu untuk melakukan trading di Futures Market. Jadi sekarang tahu kan bagaimana caranya kamu bisa mendapatkan cuan walaupun market crypto sedang turun. 

Kembali perlu saya mengingatkan sekali lagi bahwa di trading Futures Market ini jauh lebih high risk high return dibandingkn di Spot Market. Jadi pakailah dana yang siap hilang, atau preferensi saya alokasikan dana investasi kamu tidak lebih dari 5% portofolio kamu untuk trading di Spot Market.

 Artikel tekait:

Post a Comment

0 Comments