Header Ads Widget

Cara Memeriksa Transaksi Ethereum

Cara memeriksa transaksi etherium



Cara Memeriksa Transaksi Ethereum - Cara Memeriksa Transaksi Ethereum - Saat pertama Ethereum diluncurkan pada tahun 2015, maka ini menjadi proyek pertama yang memperluas penggunaan blockchain dengan memperkenalkan teknologi unik yang memungkinkan orang untuk membuat token digital mereka sendiri dan aplikasi otonom mandiri. Untuk mencapai itu semua mereka harus melakukan transaksi menggunakan Eteherium.

Pada postingan kali ini saya akan mencoba menjelaskan bagaimana cara memeriksan transaksi etherium dengan menggunakan alat berbasis Ethereum seperti Etherscan. Melalui penggunaan alat ini akan memungkinkan kamu untuk melihat saldo, memeriksa transaksi, dan melihat alamat dompet dengan mudah. 

Saat pertama kali kamu melakukan transaksi kripto pada blockchain di ekosistem Ethereum, tentu hal ini akan sangat membingungkan jika kamu belum mengetahui harus memulainya dari mana. Sebagai pemain pemula didunia kripto, dengan mengetahui dasar-dasar transaksi Ethereum (terutama cara melacaknya) tentunya bisa membuat kamu terhindar dari resiko kerugian kripto.

Mengapa kamu harus memeriksa transaksi Ethereum kamu?

Apapun minat dan tujuan kamu bermain kripto, yang pasti kamu akan berinteraksi dengan teknologi blockchain Ethereum pada tahap tertentu. Bagaimanapun juga ekosistem etherium berisi beberapa platform, token, dan layanan yang paling banyak digunakan di industri saat ini. Atas dasar ini tentu kita harus memiliki pemahaman dasar tentang cara melacak aktivitas berbasis Ethereum.

Kenali status konfirmasi Kamu

Pada umumnya waktu transaksi yang dibutuhkan oleh etherium akan memerlukan waktu 15 detik sampai lima menit untuk memproses transaksi ETH, namun ini juga ini bisa tergantung pada jumlah yang kamu bayarkan sebagai biaya transaksi dan kemacetan jaringan saat itu. Melalui teknologi blockchain Ethereum, berdasar pada bukti kerja, transaksi kamu pertama-tama akan dicatat di mempool atau ruang tunggu Ethereum sebelum nantinya diambil oleh validator dan dimuat ke dalam blockchain.

Transaksi kamu akan dianggap selesai setelah dilakukan validasi oleh validator, dan validator memasukkan data ke dalam blok, kemudian menambahkan blok kamu ke blockchain. Sementara ini diberikan, disarankan agar kamu menunggu enam blok tambahan untuk ditambang, yang nantinya akan ditambahkan di atas blok tempat transaksi kamu dimasukkan. Jika sudah sampai proses ini, maka transaksi kamu telah selesai dan sudah tidak bisa diubah.

Blockchain merupakan rantai blok yang berisi tentang detail transaksi. Jadi dalam situasi di mana validator menambahkan dua blok ke rantai pada saat yang bersamaan, blockchain untuk sementara akan terbagi menjadi dua. Blok pertama, rantai tempat validator menambahkan blok yang baru dibuat yang pada akhirnya akan menjadi valid, sedangkan Blok kedua akan menjadi yatim piatu (yaitu, tidak diterima ke dalam rantai utama). Sederhananya, rantai yang terpanjang maka akan dianggap sebagai rantai utama atau rantai paling valid.

Dengan memeriksa status transaksi kamu, Kamu bisa menentukan apakah transaksi kamu berhasil atau tidak. Kamu juga bisa mengkonfirmasi jumlah blok yang telah dibuat sejak transaksi kamu ditambahkan ke blockchain.

Kenali biaya bertransaksi di Ethereum

Pengguna Ethereum harus membayar jasa penggunaan jaringan dengan mentransfer nilai dan membuat atau menyebarkan kontrak pintar (smart contract). Akan tetapi, hal ini berbeda, tidak seperti struktur biaya tetap yang mana penggunaanya melalui sistem pembayaran konvensional, pada transaksi ini jumlah yang dibayarkan untuk memproses setiap transaksi sangat bergantung pada jumlah peserta yang ingin melakukan transaksi pada waktu tertentu.

Artinya Jika terjadi permintaan yang cukuup tinggi, maka diperkirakan biaya transaksinya juga akan meningkat. Dan juga sebaliknya jika permintaan rendah maka biaya transaksinya juga akan rendah.

Oleh karena itulah, dengan kamu melakukan pemeriksaan detail transaksi kamu akan bisa membantu melacak biaya penggunaan jaringan Ethereum. Selain itu juga, Kamu bisa memperkirakan kapan gasfee kamu sudah tidak bisa lagi untuk proses konfirmasi. Inilah hal yang terpenting bagi kamu untuk mengetahui sepenuhnya bahwa penambang cenderung memprioritaskan transaksi yang bisa memberi mereka keuntungan tertinggi.

Nah sekarang.., setelah kamu memahami pentingnya melacak transaksi Ethereum, sekarang saatnya untuk menyoroti langkah-langkah apa saja yang harus kamu lakukan.

Cara melacak transaksi Ethereum Kamu

Ini tergantung pada dompet kripto yang mendukung Ethereum yang kamu gunakan, Kamu seharusnya bisa mengakses riwayat transaksi kamu. Kemungkinan besar kamu juga akan menemukan status transaksi kamu, yaitu kapan waktu transaksi tersebut dieksekusi, dan informasi dasar lainnya. Namun, untuk mengetahui hasil analisis yang mendalam, disarankan agar kamu menggunakan penjelajah (explorer) blockchain Ethereum – yaitu semacam mesin pencari untuk Ethereum.

Berikut ini beberapa penjelajah blockchain terkemuka yang mungkin bisa kamu jadikan pilihan sebagai alat analisis, yaitu:

Terlepas dari apapun alat penjelajah blockchain yang kamu gunakan, Kamu akan tetap memerlukan alamat publik kamu atau pengidentifikasi unik dari transaksi spesifik yang ingin kamu lacak. Ketika kamu memiliki detail ini, maka kamu bisa menuju ke penjelajah blockchain Ethereum pilihan kamu untuk melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Masukkan ID Transaksi atau alamat publik di kolom pencarian penjelajah blockchain lalu kamu klik tombol "Cari".
  2. Jika kamu menemukan alamat ETH yang kamu masukkan, maka kamu akan dibawa ke ikhtisar aktivitas dompet kamu. Dari sini, kamu bisa menuju ke bagian yang menampung riwayat transaksi kamu. Selanjutnya, kamu bisa mengklik ID/Hash transaksi untuk mengakses detail masing-masing.
  3. Bagi yang sudah memasukkan ID transaksi ke dalam search bar, Kamu akan dibawa ke halaman ikhtisar transaksi yang dimaksud.

Apa yang bisa diperiksa pada penjelajah blockchain Ethereum?

Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan di penjelajah blockchain ini. Beberapa kumpulan data yang tersedia meliputi:

  • Konfirmasi blok: Jumlah blok yang ditambang sejak transaksi kamu dikonfirmasi.
  • Status: Ini menunjukkan apakah transaksi kamu berhasil atau tida.
  • Timestamp: Tanggal dan waktu transaksi yang ditambahkan ke blockchain.
  • Biaya transaksi: Jumlah yang dibayarkan kepada penambang atau validator sebagai biaya.
  • Batas gas: Ini adalah jumlah energi atau gas maksimum yang siap kamu keluarkan untuk memproses transaksi.
  • Biaya dasar: Di sini, kamu bisa menemukan biaya terendah yang diperlukan untuk berinteraksi dengan blockchain Ethereum.
  • Nonce: Ini adalah angka yang bertambah 1 dengan setiap transaksi yang dilakukan di dompet kamu. Oleh karena itu, setiap transaksi memiliki nonce yang unik.
  • Harga ETH: Harga ethereum pada saat transaksi diproses.

Apa yang terjadi jika transaksi ethereum gagal?

Perlu kamu ketahui bahwa salah satu manfaat dari pemeriksaan transaksi adalah memungkinkan kamu untuk dengan cepat mengidentifikasi kapan biaya bahan bakar yang rendah dapat menunda atau memotong transaksi kamu. Transaksi semacam ini biasanya tetap tertunda selama biaya gas (gasfee) tetap di bawah biaya minimum yang diperlukan untuk berinteraksi dengan Ethereum.

Pada skenario semacam ini, Kamu bisa mengirim ulang transaksi dengan mengirimkannya kembali dan menaikkan biaya gas yang menyertainya. 

Untuk melakukan hal ini, silahkan kamu kirim ulang transaksi yang tertunda dan pastikan bahwa transaksi tersebut membawa nonce yang sama. Namun, untuk kali ini, konfirmasikan bahwa biaya gas kamu mencukupi untuk dimasukkan oleh validator. Dengan melakukan ini, berarti kamu telah menggandakan transaksi yang tertunda dan menetapkan biaya sedemikian rupa sehingga validator secara alami akan memprioritaskan transaksi yang terbaru.

Walaupun kedua transaksi membawa nonce yang sama, namun tetap hanya satu (kemungkinan besar yang terbaru) yang akan ditambahkan ke blockchain.

Postingan Terkait:

Post a Comment

0 Comments