Header Ads Widget

Enam Faktor Kunci Yang Mempengaruhi Nilai NFT

faktor pengaruh nilai nft

Enam Faktor Kunci Yang Mempengaruhi Nilai NFT - Masih banyak orang belum bisa memahami bagaimana NFT - Non Fungible Token bisa memiliki nilai jual yang begitu fantastis. Mereka masih belum jelas untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik fenomena revolusi digital ini. Jika memang NFT diciptakan untuk penghargaan sebuah karya seni, mereka mempertanyakan apakah benar seni itu benar-benar penting?.

Tentu saja tidak ada masalah jika kamu bisa membuat suatu karya dan dijual seharga ribuan dolar di platform NFT asalkan memang ada peminatnya. Pertanyaan lainnya adalah, atau jangan-jangan ada sesuatu yang lebih mendasar di balik psikologi akan nilai sebuah NFT. Pastinya memang ada sih, sesuatu yang lebih di balik atribusi nilai terhadap NFT?.

Nilai fundamental NFT diperkaya oleh banyak variabel penting, mulai dari kepemilikan, identitas, kelangkaan, estetika, komunitas, teknologi, dan utilitas. Setiap nilai memiliki kepentingannya sendiri dan berkontribusi pada keinginan dan nilai NFT tertentu. 

Pada postingan kali ini, saya mencoba mengeksplorasi masalah ini dan mencoba memainkan logika saat mempelajari NFT, saya berharap bisa menemukan pemahaman yang mudah dicerna sehingga saya bisa memberikan penjelasan kepada pembaca bisnismetaverse.com. Dari hasil eksplorasi terhadap website-website yang membahas NFT. Berikut enam faktor kunci yang mempengaruhi Nilai NFT dan Mengapa NFT Begitu Penting?.

1. Nilai Sebuah Kepemilikan

Pertama-tama kamu harus pahami dulu bagaimana sebuah NFT mengakumulasi sebuah nilai. Apakah mungkin sebuah NFT itu mempunyai nilai? Yah, memang betul NFT berharga, hal ini karena banyak alasan, di luar NFT yang sebagian banyak orang mengenalnya sebagai aset digital untuk koleksi karya seni. Namun sebenarnya ternyata bukan hanya itu.

NFT sebagai aset digital melalui cryptocurrency berani menentang status quo bagi mata uang konvensional yang telah berabad-abad mendominasi sebagai nilai tukar yang melekat pada dirinya. NFT menyediakan cara untuk menyalurkan dan menarik perhatian publik dalam bentuk aset yang tidak dapat dipalsukan. 

Ini akan menjadi pengakuan atas aset digital pertama yang bisa memberikan bukti kepemilikan yang syah dan tidak bisa dipalsukan karena sudah diproteksi dan divalidasi kepemilikanya dengan menggunakan teknologi blockchain, dimana setiap kontrak NFT memiliki nomor ID token yang diikuti dengan alamat si pemiliknya. 

Dalam sistem web 2.0, kepemilikan aset digital akan sulit untuk mendapatkan perlindungan secara syah, karena untuk mendapatkan aset atau file berupa, gambar, video, software apapun itu yang sudah masuk ke dalam sistem web 2.0 sangat mudah untuk di miliki dan diklaim itu sebagai pemiliknya, dan si pemilik awalpun akan susah memberikan bukti otentik atas kepemilikanya itu.

Misalnya, seseorang bisa saja mengklik kanan dan menyimpan gambar dan mengklaim bahwa file atau dokumen tersebut adalah milikinya, dan hal tersebut bisa dilakukan secara teknis oleh mereka karena sekarang file yang berupa aset tersebut sudah  diunduh dan ada di komputer mereka. Tapi apakah mereka yang mendownload aset atau file tersebut adalah pemilik asli?.

NFT merupakan kelas aset digital yang yang menawarkan uniqness yang tidak bisa direplikasi ataupun di gandakan. NFT ini akan disimpan didalam suatu pengamanan yang berlapis dan terproteksi lebih terjamin didalam suatu sistem yang disebut blockhain. Apa itu blockchain?. yaitu jaringan komputer untuk mengamankan, melacak, dan memvalidasi transaksi NFT. 

Jadi dengan sistem blockchain ini siapa pun bisa menemukan dan mengetahui story NFT tersebut seperti siapa yang pertama kali memiliki NFT, berapa banyak dibeli dan dijual, dan kapan pertama kali di listing di marketlpace. Hasilnya, kamu akan bisa dengan mudah menentukan mana yang benar dan mana yang salah, sehingga kamu bisa memberikan value terhadap aset kamu tersebut.

NFT memiliki metadata, yang bisa dibilang merupakan sumber value lain, dan kamu dapat memasukkan informasi melalui atributnya. Atribut yang paling banyak digunakan adalah deskripsi, gambar, dan nama. Selain itu, bukan hanya gambar yang termasuk dalam lingkup NFT; berbagai bentuk media seperti GIF, teks, video, musik, dan permainan dapat dicetak dan dijual sebagai NFT.

Perlu diketahui bahwa sistem pencatatan di blockchains bebas dari segala intervensi, artinya tidak ada yang ikut campur dalam kepentingan pribadi dalam transaksi apa pun, karena hal itu didesentralisasi, diotomatisasi oleh teknologi komputer, sehingga tidak ada orang yang memiliki atau mengarahkannya. Inilah perbedaan utama antara Web2.0 dan Web3.0.

Jadi, singkatnya, NFT disimpan di blockchains, yang dapat menjelaskan kepemilikannya yang sah, dan menunjukan file metadata yang ditautkan. Dengan begitu kamu bisa melakukan transaksi jual beli NFT. Kamu bisa membeli kepemilikan dan mentransfernya ke pemilik lain tanpa dipengaruhi melibatkan pihak ketiga. Bentuk kepemilikan tunggal yang tersertifikasi (Token) inilah yang bisa mempengaruhi nilai NFT.

2. Nilai Keanggotaan (Membership)

NFT diciptakan bukan hanya untuk sekedar mencapai nilai atau value dari kepemilikan NFT itu sendiri, tapi lebih dari itu NFT juga diciptakan untuk mengidentitaskan keanggotaan. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa manusia merupakan makhluk yang berbudaya dan membutuhkan interaksi sosial. Komunitas adalah bentuk sosialisasi yang sudah kita kenal sejak kita lahir, dalam komunitas tersebut tentu kita membutuhkan pengakuan sosial.

NFT bisa berfungsi sebagai alat untuk mengembagkan sebuah komunitas, dimana komunitas tersebut tentunya adalah komunitas yang homogen yang memiliki kesamaan minat. Dan untuk masuk komunitas tersebut, anggotanya harus memiliki membership token. Melalui token tersebut anggota bisa masuk dan terlibat di berbagai even yang diadakan. 

Dalam kasus BAYC misalnya, siapa pun yang dapat membuktikan bahwa mereka memiliki kepemilikan dari ilustrasi kera maka akan disambut atau dirsepon oleh sesama anggota atau pemilik token NFT, dan mereka bisa mengakses ke ruang obrolan pribadi, diundang ke acara pesta sosial, berkesempatan untuk terhubung dengan pemegang token BAYC lainnya.

Konsep ini juga telah diadopsi oleh banyak seri NFT sebelumnya, di mana jika kamu membeli NFT tertentu maka kamu akan diberikan tiket eksklusif untuk mengakses keanggotaan komunitas tertentu, dan diberikan kesempatan untuk memasuki ekosistem dan mendapatkan nilai manfaat dari manfaat sosial dan ekonomi komunitas mereka.

Tanpa kepemilikan NFT kamu tidak bisa melakukan interaksi di jejaring sosial bersama komunitas mereka yang memiliki NFT, untuk membangun brand sendiri, dan mendapatkan keuntungan dari koleksi NFT. Namun jika kamu memiliki NFT tersebut kamu berpotensi mendapatkan penghasilan yang lebih. 

Dan penghasilan kamu jauh akan lebih banyak lagi jika kamu bisa menunjukan kreasi seni digital kamu dengan NFT. Nilai NFT dapat diciptakan dalam sebuah komunitas yang terjalin erat oleh masing-masing anggotanya yang terdiri dari 100 kolektor, dan komunitas inilah yang dapat membantu mempertahankannya. Namun juga tergantung pada tingkat komitmen yang mereka sepakati.

3. Nilai Identitas

Seperti halnya dalam sebuah komunitas, identitas kita secara intrinsik sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, dan untuk banyak hal terkait dengan status kita. Dengan menunjukan identitas kita kepada dunia akan memungkinkan mereka memahami siapa kita dan latar belakang kita. Ketika kita memakai jam tangan yang mahal, ketika kita memilih gaya busana atau fashion, ketika kita memilih gaya rambut dengan cara tertentu. Semua hal tersebut kita lakukan tentunya untuk memberitahukan kepada dunia tentang identitas diri kita.     

Meskipun NFT merupakan konsep abstrak, bukan objek fisik, mereka bekerja dengan cara yang sama seperti kita menggunakan NFT untuk memberi tahu pada dunia digital tentang diri kita sendiri. Entah itu untuk menampilkan lukisan berharga di galeri metasverse kamu, untuk mengekspresikan selera kamu, atau gambar profil yang kamu tetapkan sebagai gambar profil kamu, semuanya akan berdampak pada bagaimana dunia yang lebih luas melihat kamu, dan jadilah itu semua sebagai nilai tambah.

Seiring perkembangan NFT, banyak kolektor mulai mengadopsi NFT sebagai identitas digital mereka, melalui identitas yang positif inilah bisa memperluas ekosistem dan mendorong NFT untuk berkembang. Saat kita menggunakan ilustrasi kera sebagai foto pribadi saya di Twitter dan Linkedin, ini merupakan cara kita melihat dan mewakili diri kita di depan orang lain. Dan juga, ini merupakan alat jejaring sosial yang efektif yang bisa memvalidasi bahwa kita adalah bagian dari komunitas BAYC.

Dalam satu kasus, pemilik "Crypto punk" Rich D menolak tawaran $9,5 juta untuk NFT-nya, ia lebih memilih untuk mempertahankan avatarnya daripada harus menguangkannya. Pada kasus seperti ini membuktikan, bahwa identitas yang dijalin ke dalam NFT sangat berharga, dan oleh sebab itulah, nilai merek dan komunitas tampaknya lebih penting dari apa pun. Ketika membahas masalah ini dalam suatu diskusi tentang NTF Richerd, berkata:

"Anda bisa saja berargumen bahwa identitas online kami sama kuatnya dengan persona kehidupan nyata kami, jika tidak demikian. Online, Anda bisa menjadi siapa pun yang Anda inginkan jika Anda mau, dan metaverse tidak membedakan usia, jenis kelamin, ataupu ras. Jadi bagi banyak orang, Anda sebenarnya bisa mengekspresikan pikiran dan ide Anda dengan lebih bebas."

4. Nilai Estetika

Latar Belakang

Nilai NFT ditetapkan langsung oleh komunitas, jadi hanya mereka yang dapat menetapkan nilai moneter, dan mereka berbagi perjanjian ini satu sama lain. Skema pasar diserahkan kepada masyarakat untuk memutuskan apa yang berharga dan apa yang tidak. Namun, hal ini tidak hanya tercermin dalam karya seni itu sendiri, banyak faktor tentang seni dan pelaku seni dapat mepertimbangkannya. 

Misalnya, kita bisa mengetahui berapa banyak uang yang dihasilkan dari menjual karya seni sebelumnya, kita juga bisa melihat berapa lama mereka mengerjakannya, kita pun bisa melihat siapa yang telah mengumpulkan karya mereka, dan kita bsia membandingkannya dengan bentuk seni lainnya, oleh karena itu, kita dapat membuat pilihan informasi tentang apakah seni itu berharga atau tidak.

Kelangkaan dan Keanehan

Kolektor menemukan nilai sebuah keindahan beradasrkan jumlah atau ukuran koleksi NFT yang dimilikinya, misalnya, satu koleksi tampaknya lebih berharga daripada 10.000 NFT, karena selalu hanya ada satu NFT. Sebagai contoh Andrew Wong, seorang kolektor kucing keren yang membeli satu-satunya kucing yang berdiri di atas kepalanya. 

Selama berbulan-bulan, karena aset digital ini menjadi populer maka nilainya telah meledak. Itu sebabnya dia menolak tawaran $ 1 juta, hal ini membuktikan bahwa kelangkaan adalah kontributor mendasar untuk sebuah nilai NFT.

Demikian pula, untuk suatu koleksi yang langka, koleksi mungkin hanya memiliki beberapa fitur yang dapat dilampirkan ke NFT tertentu. Jelas, semakin langka suatu koleksi, maka akan semakin berharga nilai dari koleksi itu. Namun, kelangkaan juga dapat diturunkan dari preferensi pribadi. 

Bisa saja mungkin ada beberbapa koleksi yang semula mempunyai nilai rendah kemudian berevolusi menjadi koleksi yang banyak dicari dalam hitungan bulan, ini menunjukkan bahwa tren dan atribusi nilai komunitas adalah Yang Utama.

Dampak

Sebuah nilai NFT bisa saja berubah-ubah tanpa alasan, Tapi lebih seringnya perubhaan itu dikarenakan ada sesuatu yang memicu nilai itu berubah, bisa saja perubahan tersebut disebabkan oleh kekuatan selain seni. Ambil contoh Crypto Skulls, seri NFT yang telah ada sejak 2017. Mereka ternyata gagal mendapatkan dampak dari terobosan yang selama bertahun-tahun mereka lakukan. 

Dan baru-baru ini saja, saat koleksinya itu disebut-sebut memiliki makna budaya yang sama dengan Crypto Punks, dan berkat hype dari GaryVee, blockbuster YouTube. Maka penjualan koleksi Crypto Skulls meroket, dengan harga dasar naik menjadi lebih dari 4 ETH dalam waktu 24 jam. Pada kasus ini, kita menyadari bahwa bukan hanya seni itu sendiri yang memiliki dampak, tetapi juga ada dampak luar yang bersinar melalui orang-orang yang berpengaruh.

5. Nilai Royalty

Berbeda halnya pada sistem dunia Web 2.0, di mana seniman harus menegakkan undang-undang hak cipta untuk mempertahankan kepemilikan atas karya mereka melalui peran regulasi yang birokrtatis, dunia Web 3.0 dan NFT memastikan bahwa karya seni digital itu sendiri adalah ciptaan mereka dan kepemilikannya hanya akan berubah ketika dipindahkan oleh kesepakatan yang terjalin.

Dalam dunia tradisional para kreator ataupun seniman merasa kesulitan dalam menghasilkan uang dari karya seni yang mereka ciptakan. Para konten kreator ataupun seniman dikendalikan oleh pihak ketiga atas dunia seni yang digelutinya, dan mereka hanya mendapatkan penghasilan atas karya mereka yang sebagian besar dari platform pihak ketiga ini. 

Namun dengan munculnya NFT ini seolah menjadi angin segar dan harapan baru bagi para seniman dan konten kreator dalam berkarya, karena NFT ini menjadi satu-satunya opsi yang sangat menarik bagi dunia seni, hal ini dikarena peluang untuk mendapatkan keuntungan dari karya yang kita buat akan otomatis mendapatkan cuan melalui Nilai Royalti.

Sebaga contoh, misalnya artis menjual NFT, dan sejak saat itu mereka akan mendapatkan royalti pada setiap transaksi, dan royalti akan meningkat seiring dengan nilai karya seninya. Nanti, jika artis menjadi lebih terkenal dan karya seni digitalnya menjadi berharga, maka si artis juga akan mendapat bagian dari peningkatan nilai jual karya seni terebut. Hal ini menunjukkan nilai yang dapat ditawarkan NFT, dan dalam hal ini teknologi menghadirkan peluang untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan karya seni untuk pertama kalinya.

6. Nilai Guna

Mungkin salah satu kontributor terpenting bagi pertumbuhan sebah nilai NFT adalah utilitas atau kegunaan. Meskipun kemunculan NFT pertama kalinya, seluruh orang fokus pada nilai sebuah seni, namun sekarang hal ini telah berubah dalam beberapa bulan terakhir, dan oleh karena itu, Pengembang NFT mempertimbangkan untuk menambahkan beberapa faktor tambahan. Apa saja faktor tambahan tersebut?.   

Yaitu, mencakup tentang apa yang diusulkan tim dalam peta jalan mereka, rencana visi mereka, dan apa yang dapat mereka tawarkan kepada masyarakat. NFT yang paling banyak mendapatkan daya tarik telah memberikan kegunaan melalui airdrop, peristiwa yang hanya dapat diakses melalui NFT di kehidupan nyata, akses ke metaverse, tata kelola melalui DAO, dan bahkan kesempatan untuk menawarkan proyek lain. 

Manfaat dan program inilah yang membuat NFT semakin berharga, jadi jelas mengapa NFT seperti Boring Ape Yacht Club bisa terjual hingga mencapai ratusan ribu dolar. Ini adalah akumulasi dari semua faktor yang dibahas dalam artikel ini. Kepemilikan, keanggotaan, identitas, kelangkaan, kegunaan, dan estetika. 

Aplikasi untuk NFT tidak ada habisnya, dan baru-baru ini pertemuan antara DeFi dan NFT menjadi lebih mengemuka, dengan fitur koleksinya yang menyediakan kemampuan untuk menukar NFT dengan koin. Kolektor bisa memiliki kesempatan untuk mendapatkan pasif income tanpa harus melakukan apa pun hanya cukup dengan berinvestasi dalam proyek NFT saja.

Akan tetapi, dikarenaka permintaan akan utilitas semakin banyak, dan kolektor juga bisa melihat perbedaan antara nilai akan suatu seni dan nilai murni. Hal ini menjadikan komunitas menjadi semakin tidak puas dengan roadmap atau peta jalan prototipe yang diharapkan dari tim itu sendiri. apakah itu hanya seorang seniman atau bukan. Masalahnya, terkadang ekspektasi tersebut tidak realistis. 

Keberhasilan sebuah koleksi berasal pada gagasan baru yang menarik dan unik, hal ini sulit untuk mempertahankan pola yang sama dalam jangka waktu yang lama, dan ini akan terus berulang. Mengingat hal ini sangat sulit, sama sulitnya ketika memprediksi seperti apa NFT dalam waktu beberapa tahun kedepan, dan apa yang mungkin saja populer minggu lalu bisa saja dengan cepat menjadi ketinggalan zaman seminggu dari sekarang, jadi spekulasi bisa menjadi hal yang penting sebagai utilitas dalam hal nilai kepemilikan NFT.

Bisa saja saat artikel ini dibuat, gamification dan tokenology merupakan dua utilitas yang paling populer yang bisa dikembangkan dan disediakan oleh sebuah proyek untuk komunitasnya. Namun, ini bisa saja berubah saat kamu membacanya.

Kesimpulan

Nilai tidak hanya datang dari seni itu sendiri. Meskipun ini sama pentingnya dan bahkan bisa sangat penting, Namun utilitas dan faktor di balik senilah yang menambah nilai paling tinggi pada NFT. Proyek yang menggabungkan ini adalah yang paling sukses dalam hal fitur seperti keanggotaan, identitas, kepemilikan, dan royalti. Tanpa salah satu dari elemen ini, tidak mungkin sebuah proyek menciptakan koleksi yang bernilai abadi, seperti yang telah ditunjukkan oleh beberapa koleksi blue-chip terbesar yang terus melampaui Seni.

Post a Comment

0 Comments